Rabu, 17 September 2008

Tekanan Mulai Hantui Milan

. Rabu, 17 September 2008


Jakarta - Mengakhiri dua laga dengan dua kekalahan, jelas bukan hasil yang bagus buat klub sebesar AC Milan. Tekanan pun kini tengah menghantui Rossoneri.

Mari kita lihat ambisi Milan menghadapi musim ini. Musim lalu, satu-satunya trofi yang mampir ke lemari koleksi mereka hanyalah Piala Dunia Antraklub. Selebihnya, berbagai trofi bergengsi seperti Scudetto dan Liga Champions gagal dijangkau.


Amunisi baru untuk memperkuat skuad pun didatangkan. Mulai dari memboyong Ronaldinho hingga memulangkan kembali Andriy Shevchenko dilakukan. Mereka juga mulai melakukan peremajaan tim dengan mendatangkan pemain semisal Mathieu Flamini dan Philippe Senderos--nama terakhir datang dengan status pinjaman.

Lalu, dengan berbagai perbaikan mutu skuad tersebut, di mana salahnya hingga mereka menelan dua kali kekalahan? Saat ditekuk Bologna 1-2, skuad Milan memang belum lengkap. Kaka, protagonis mereka, tengah cedera tak bermain saat itu. Namun, mereka kembali kalah di pekan kedua--0-2 di tangan Genoa--dengan tim yang berisikan Kaka, Ronaldinho, dan Shevchenko. Jadi?

Banyak yang menyebut bahwa semuanya merupakan tanggung jawab sang allenatore, Carlo Ancelotti. Pria yang akrab disapa Carletto itu bukan tak mungkin akan diberhentikan dari jabatannya jika Milan tak berhenti menuai hasil buruk.

"Dia memang belum terancam dipecat, tapi ia sebaiknya berhenti kalah," ujar Vice President Adriano Galliani kepada AFP. Dengan ucapan yang memiliki makna tersirat itu, bisa dibayangkan bahwa karir Ancelotti kini tengah berada dalam ancaman.

Nasib Ancelotti sebenarnya juga sama dengan Milan, sama-sama dalam tekanan. Akibat kalah dua kali, Il Diavolo Rosso kini tengah menghuni zona degradasi. Tepatnya, mereka kini berada di posisi 19! Ya, kalau sudah begini Milan dan Ancelotti memang sebaiknya berhenti untuk kalah.

Tim Besar Lain "Ulang Start"

Ketika Milan mungkin tengah berusaha menyadari apa yang sebenarnya terjadi, beberapa tim besar lainnya justru sudah mulai kembali ke jalur yang benar. Usai hanya meraih hasil imbang di pekan pertama, Inter Milan dan Juventus berhasil meraih tiga poin di pekan kedua.

Juve sukses menekuk Udinese 1-0, sementara Inter menang 2-1 atas Catania. Memang masih berupa kemenangan tipis, namun setidaknya itu merupakan hasil positif untuk memperbaiki start yang kurang mulus.

Namun, kesuksesan Inter adn Juve tak diikuti Fiorentina dan AS Roma. Sebagai dua anggota penghuni empat besar musim lalu, mereka baru bisa meraih satu poin dari dua laga. Terakhir La Viola kalah 1-2 di tangan Napoli, sedangkan Roma disikat 1-3 oleh Palermo.

Apa yang terjadi pada Roma berbeda dengan nasib yang dialami rival sekota mereka, Lazio. Biancoceleste tengah menikmati euforia berada di puncak klasemen akibat kemenangan 4-1 atas Cagliari di pekan pertama dan 2-0 atas Sampdoria di pekan kedua.

Lazio pun kini menjadi tim yang paling subur dengan rekor kebobolan gol paling sedikit. Namun, Seri A baru berjalan dua pekan. Sampai di manakah euforia Lazio akan berlangsung? Kita nantikan saja.

0 komentar:

 

Tutorial Blogger

Blogroll

Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com